Sadikem Si Manis Jembatan Jiwan

Sabtu, 16 Maret 20135komentar

Sadikem Si Manis Jembatan Jiwan

Jika di Jakarta terkenal dengan hantu simanis Jembatan Ancol yang bernama Maryam, di kota kecil Magetan yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ada legenda hantu yang cukup terkenal juga.

Di Lukis Oleh Ustad Sholeh
Nama hantu itu adalah Sadikem.

Jika anda pernah melewati jalur jalan raya Magetan - Madiun, di Jembatan Jiwan, jembatan yg terletak di perbatasan Madiun-Magetan ini tidak kalah populernya dengan kisah Si Cantik Sadikem dari Jembatan Jiwan.

Ada yang bilang karena Sadikem mati dengan penasaran sehingga arwahnya gentayangan, ada juga yg bilang karena sesajen yg dilarungkan di Sungai Bakung kurang, ada pula yg bilang Sadikem diperkosa lalu dibuang ke sungai...

Tak heran Sadikem sering meneror orang-orang yang berlalu lalang di sekitar jembatan itu..

Di awal dan ujung jembatan dihiasi dengan sepasang tempat duduk yang tinggi, Penduduk disekitarnya menyebut 'buk ireng' (tempat duduk tinggi yang terbuat dari bata), Di buk ireng itulah hantu Sadikem sering menampakkan diri dan berwujud wanita cantik.

kerapkali duduk melambai-lambaikan tangannya pada pengemudi kendaraan yang lewat di situ, Bahkan sering juga mendatangi rumah penduduk sekitarnya dan menyapa pada orang-orang yang kebetulan lewat.

Ada sebuah cerita juga, awalnya Sadikem adalah seorang wanita cantik yang berasal dari Desa Malang, Maospati. Kemudian sang bunga desa menikah dengan pria idamannya.

Belum genap seminggu pernikahannya, Sadikem pergi kesungai Bakung untuk mencuci pakaiannya, Dalam tradisi Jawa, pengantin baru dilarang keluar rumah sebelum genap sepasaran (7 hari) sehingga Sadikem melanggar tradisi sepasaran...

akhirnya sang pengantin baru hilang ditelan Sungai Bakung. Masyarakat sekitar menyebut Sadikem kena 'Sawan Kemanten Anyar'.

Sesudah kejadian peristiwa itulah arwah Sadikem sering gentayangan, Ia kerapkali menghadang para lelaki yang lewat di tempat itu karena dikira sang suaminya. Kasus tabrakan bus beberapa tahun silam di dekat jembatan ini bisa jadi menjadi fenomena riil teror hantu Sadikem. Tidak ada satupun yang selamat dalam tragedi tersebut.

Banyak penduduk yang enggan dan takut berkomentar tentang fenomena hantu cantik ini.

Bentuk teror Sadikem itu sendiri bermacam-macam, Kadangkala menjelang malam seperti terdengar suara-suara yang aneh di sekitar desa. Ada beberapa warga mengaku seperti didatangi hantu Sadikem .

Teror Sadikem tidak hanya di jembatan Jiwan dan sekitar Sungai Bakung, Tempat hantu cantik Sadikem muncul juga sering berpindah-pindah tidak hanya melulu di jembatan Jiwan. Kadangkala di buk pintu masuk, Desa Blancang, Kincang, dan Suratmajan. Pada tahun 2012 yang lalu terjadi insiden kecelakaan berturut-turut di jalur PG.Purwodadie - Simo. hal ini di sangkut pautkan oleh masyarakat sekitar dengan hantu sadikem.

Begitulah sekelumit cerita tentang Hantu Cantik Sadikem yang cukup melegenda di Kota Magetan.

sumber: Kaskus.com

Ada Sedikit cerita nyata tentang sadikem yang saya dengar dari orang yang saya segani.
Si Cantik Sadikem
Aku berhenti mengayuh sepeda onta ku, ketika seseorang perempuan melambaikan tangannya. Cantik semampai, rambut panjang dengan sisipan bunga kantil di atas telinga kirinya.

Aku dari Maospati hendak ke Kincang ketempat saudaraku. Cari utangan beras, ekonomi saat itu lagi sulit. Tak ada uang untuk naik bis, apalagi motor, yach.. Sepeda jadilah, toh nggak jauh.

“Mau nebeng mas..” sapanya menggugah lamunku.
 “Monggo- monggo..” reflek aku menjawabnya. Ia pun membonceng dibelakang..
“aku mau ke Jiwan mas.., ” katanya sambil memegang pinggangku, “nggak ada yang marah kan kalo seperti ini.. “
 “I.. iya..”, aku terbata. Gendeng! Cah ayu, dari mana petang hari begini, batinku.

 Hanya itu, tak ada obrolan lagi. Sepi. Dan aku tak mampu menolak ketika ia merebahkan kepalanya di punggungku. “Walah.. wong mlarat ketiban sampur”, batinku. Aku hanya teringat anak istriku dirumah ketika wangi aroma tubuhnya menggugah birahi lelakiku. Damput, umpatku dalam hati, kenapa otakku merespon negatif?

 ” Wis mas, aku turun sini saja, matur Nuwun ya..”
 “Turun sini? Inikan jembatan Nduk?” Ia tak menjawab, namun malah menyerahkan selembar uang 10rb-an. Edan, kala itu harga beras masih 50 rupiah per kilo.
 “Nggak Nduk, nggak usah, saya..” aku terbata namun tanganku tak kuasa menolak pemberiannya, mungkin karena.. senyumnya.. ya senyumnya, manis sekali, Weleh ngedap- ngedapi..

 Dan dalam hitungan detik: Byur..!! Perempuan cantik itu pun melompat dari jembatan, terjun ke sungai..! 

Oalah, Sadikem!! Tak mampu aku berbuat apapun kecuali menggenjot sepeda ontaku kencang- kencang..

*  Demikianlah napak tilas kisah hantu Sadikem dari seorang laki- laki ketika itu, 20th silam, legenda hantu yang sangat populer hingga kini di daerah Maospati- Madiun dan sekitarnya. Waspadalah-Waspadalah
Share this article :

5 komentar:

 
TEMPLATE| Gatot Cermin - All Rights Reserved